PERJUMPAAN YANG MENGUBAHKAN
Minggu, 05 Februari 2012
Minggu Biasa
Warna Liturgis: Hijau
Bacaan
I : Yesaya 40: 21-31
Antar
Bancaan : Mazmur 147: 1-11, 20c
Bacaan
II : 1 Korintus 9: 16-23
Bacaan III : Markus 1: 29-39
Ibadah
merupakan suatu moment perjumpaan dengan Tuhan
Sebuah pertanyaan yang
selalu menarik ditanyakan adalah “Untuk apa Anda setiap hari Minggu pergi ke
Gereja?”, tentu dengan segera, Anda akan mejawab, “untuk beribadah kepada
Tuhan”. Tapi jika pertanyaan ini kemudian dipertajam lagi dengan pertanyaan,
“untuk apa Anda beribadah kepada Tuhan?” Maka apa jawaban Anda? Ketika sampai
pada pertanyaan ini, tentunya kita mempunyai berbagai macam jawaban sesuai
dengan pemahaman kita masing-masing. Ada orang yang mungkin memberi jawab,
untuk menyembah Tuhan atau untuk
memuji Tuhan atau untuk mendengarkan
firman Tuhan atau untuk bersyukur
kepada Tuhan atau untuk berdoa kepada
Tuhan. Jawaban-jawaban tersebut tentu tidaklah salah, tetapi sadar atau tidak,
jika kita perhatikan, jawaban-jawaban tersebut sebenarnya hanya mengungkapkan
apa yang orang lakukan di dalam peribadahan di gereja. Lebih pada hal-hal
mekanis atau hal-hal yang rutin terjadi dalam sebuah Ibadah dan belum menjawab
essensi dari peribadahan itu sendiri.
Ibadah pada hakekatnya
merupakan perjumpaan antara Tuhan dengan umat-Nya, yang di dalamnya Allah berkenan
menuntun umat untuk menjalani kehidupan dengan menyatakan firman-Nya dan umat
diberi kesempatan untuk memuji Tuhan, mendengarkan firman Tuhan, bersyukur, dan
berdoa. Ibadah bukan sekedar acara ritual keagamaan, melainkan betul-betul
merupakan kesempatan khusus di mana umat
dapat berjumpa dan berkomunikasi dengan Tuhan.
Namun sangat
disayangkan, pada masa sekarang ini, agaknya ibadah itu sendiri tidak lagi mampu
membawa perubahan dalam kehidupan umat Tuhan. Jika kita perhatikan dalam lingkungan
kita, banyak orang pergi beribadah kepada Tuhan, tetapi pola kehidupannya juga
tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang tidak beribadah kepada Tuhan. Perbuatan-perbuatan
yang tidak benar, tindakan-tindakan jahat, penghalalan segala cara dalam memperoleh nafkah, percabulan, perjudian, kekerasan, dsb tetap saja dilakukan oleh mereka yang mengaku dirinya taat
beribadah kepada Tuhan. Ibadah pada masa sekarang ini, agaknya hanya sekedar
menjadi sebuah rutinitas keagamaan dalam kehidupan manusia. Kalau orang mau
melakukannya, hal itu semata-mata dipandang sebagai bentuk menjalankan kewajiban
agama. Ibadah seakan-akan tidak lagi menjadi moment perjumpaan umat dengan
Allah yang mengubahkan kehidupan umat menjadi lebih baik dan benar. Jika hal
ini dibiarkan berlangsung terus menerus dan tidak segera dibenahi, maka akan
datang saatnya, di mana Agama akan kehilangan perannya dalam menata kehidupan
seluruh umat manusia.
Lalu apa yang harus
kita wujudkan agar peribadahan yang kita lakukan benar-benar mengubah kehidupan
kita? Dalam hal inilah kita akan belajar dari ayat-ayat bacaan kita hari ini.
Ada 3 hal yang harus terwujud dalam kehidupan kita selaku orang-orang yang
beribadah. Adapun ketiga hal itu adalah: