SUDAHKAH ANDA BERDOA DAN MENYAPA TUHAN HARI INI?

Sabtu, 18 Februari 2012

BERBAHAGIALAH ORANG YANG LEMAH LEMBUT

Bacaan : Bilangan 12: 1-15
“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi”
Matius 5: 5
'Lemah lembut'. Apa yang kita pikirkan ketika kita mendengar orang mengucapkan kata ini? Kata ‘lemah lembut’ seringkali dipersepsikan dan dipahami sebagai sebuah kata yang menunjukkan sikap tidak tegas, kalahan, klelar-kleler, dan tidak punya semangat. Orang yang lemah lembut seringkali dipahami sebagai orang yang kurang trampil, kurang cekatan, dan lamban. Tetapi apakah pemahaman yang sama juga dapat kita terapkan dalam memahami pernyataan Tuhan Yesus yang berbunyi “berbahagialah orang yang lemah lembut…”? Apakah dengan mengungkapkan pernyataan tersebut, Tuhan menghendaki umat-Nya menjadi orang yang tidak tegas, kalahan, klelar-kleler, dan tidak punya semangat? Tentu,  pertanyaan tersebut dapat kita jawab dengan sebuah jawaban yang tegas ‘TIDAK’. Tuhan tidak menghendaki umat-Nya menjadi pribadi yang demikian. Karena kita tahu bahwa Tuhan menghendaki umat-Nya memiliki sikap yang tegas dan bersemangat dalam hidup ini. Lalu, bagaimana kita harus memahami pernyataan Tuhan Yesus ini?

PERJUMPAAN YANG MENGUBAHKAN

PERJUMPAAN YANG MENGUBAHKAN
Minggu, 05 Februari 2012
Minggu Biasa
Warna Liturgis: Hijau

Bacaan I             : Yesaya 40: 21-31
Antar Bancaan  : Mazmur 147: 1-11, 20c
Bacaan II           : 1 Korintus 9: 16-23
Bacaan III          : Markus 1: 29-39

Ibadah merupakan suatu moment perjumpaan dengan Tuhan
 
Sebuah pertanyaan yang selalu menarik ditanyakan adalah “Untuk apa Anda setiap hari Minggu pergi ke Gereja?”, tentu dengan segera, Anda akan mejawab, “untuk beribadah kepada Tuhan”. Tapi jika pertanyaan ini kemudian dipertajam lagi dengan pertanyaan, “untuk apa Anda beribadah kepada Tuhan?” Maka apa jawaban Anda? Ketika sampai pada pertanyaan ini, tentunya kita mempunyai berbagai macam jawaban sesuai dengan pemahaman kita masing-masing. Ada orang yang mungkin memberi jawab, untuk menyembah Tuhan atau untuk memuji Tuhan atau untuk mendengarkan firman Tuhan atau untuk bersyukur kepada Tuhan atau untuk berdoa kepada Tuhan. Jawaban-jawaban tersebut tentu tidaklah salah, tetapi sadar atau tidak, jika kita perhatikan, jawaban-jawaban tersebut sebenarnya hanya mengungkapkan apa yang orang lakukan di dalam peribadahan di gereja. Lebih pada hal-hal mekanis atau hal-hal yang rutin terjadi dalam sebuah Ibadah dan belum menjawab essensi dari peribadahan itu sendiri. 

Ibadah pada hakekatnya merupakan perjumpaan antara Tuhan dengan umat-Nya, yang di dalamnya Allah berkenan menuntun umat untuk menjalani kehidupan dengan menyatakan firman-Nya dan umat diberi kesempatan untuk memuji Tuhan, mendengarkan firman Tuhan, bersyukur, dan berdoa. Ibadah bukan sekedar acara ritual keagamaan, melainkan betul-betul merupakan kesempatan khusus di mana  umat dapat berjumpa dan berkomunikasi dengan Tuhan. 

Namun sangat disayangkan, pada masa sekarang ini, agaknya ibadah itu sendiri tidak lagi mampu membawa perubahan dalam kehidupan umat Tuhan. Jika kita perhatikan dalam lingkungan kita, banyak orang pergi beribadah kepada Tuhan, tetapi pola kehidupannya juga tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang tidak beribadah kepada Tuhan. Perbuatan-perbuatan yang tidak benar, tindakan-tindakan jahat, penghalalan segala cara dalam memperoleh nafkah, percabulan, perjudian, kekerasan, dsb tetap saja dilakukan oleh mereka yang mengaku dirinya taat beribadah kepada Tuhan. Ibadah pada masa sekarang ini, agaknya hanya sekedar menjadi sebuah rutinitas keagamaan dalam kehidupan manusia. Kalau orang mau melakukannya, hal itu semata-mata dipandang sebagai bentuk menjalankan kewajiban agama. Ibadah seakan-akan tidak lagi menjadi moment perjumpaan umat dengan Allah yang mengubahkan kehidupan umat menjadi lebih baik dan benar. Jika hal ini dibiarkan berlangsung terus menerus dan tidak segera dibenahi, maka akan datang saatnya, di mana Agama akan kehilangan perannya dalam menata kehidupan seluruh umat manusia. 

Lalu apa yang harus kita wujudkan agar peribadahan yang kita lakukan benar-benar mengubah kehidupan kita? Dalam hal inilah kita akan belajar dari ayat-ayat bacaan kita hari ini. Ada 3 hal yang harus terwujud dalam kehidupan kita selaku orang-orang yang beribadah. Adapun ketiga hal itu adalah: